Sejak dinyatakan lulus di Politeknik USU Program Studi Elektronika Industri melalui UMPTN di UNRI Pekanbaru, hati ini langsung bertanya bimbang... kenapa aku memilih kota Medan sebagai tempat melanjutkan study ya..??? Kota yang sebelumnya belum pernah terfikir untuk kukunjungi apalagi harus tinggal selama 3 tahun lebih... Kota yang kata sebagian orang paling keras adatnya.... yang paling tinggi tingkat kejahatannya... Tapi kok aku pilih ..??? Setelah kurang lebih seminggu setelah itu, aku mulai dinasehati oleh keluarga, dimanapun kita tinggal kalau kita bisa membawa diri dengan baik dan bisa bersosialisasi dengan baik tidak akan terjadi masalah....
dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang...
Setelah penuh pertimbangan akhirnya aku berangkat menuju Medan dengan ditemani oleh saudara, menumpang bus Merah Sari yang pada waktu itu terasa sangat mewah bagiku... Sampai di Medan kira-kira pukul 6 pagi langsung menuju tempat saudara di jalan Halat... Setelah itu aku langsung menuju ke kampus USU untuk melakuka daftar ulang... kalau ndak salah di pendopo politeknik... Setelah itu cari tempat kost, kebetulan di depan kampus ada bangunan yang cukup mencolok, namanya Asrama Putra USU, bangunan berlantai lima... disitulah akhirnya aku nge-kost kira-kira setahun lamanya.., di Asrama Putra ini terlalu banyak sekali kenangannya.. kata orang karo ..
la ter turi ken.. teman satu kamar ku Solensky Armen, anak poli jurusan listrik, kebetulan berasal dari Duri, tempatku mencari nafkah sekarang....
Teman sebelah kamar ada Tutut anak banking, Antonius anak akuntasi, juga ada di atas kamarku Josua anak EK-A yang selalu memainkan gitarnya dan melompat-lompat kalau lagi suntux,... dsb. Di sini aku juga belajar kebersamaan dalam keberagaman....
Oh..ya.. pada waktu itu harga kamar per kepala Rp. 25.000,- untuk makan tiga kali sehari Rp. 50.000,- dibayar di depan dalam bentuk kupon... Sementara aku cuma dikirimi uang oleh ortu Rp. 100.000,- sebulan, berarti cuma tinggal Rp. 25.000,- lagi untuk beli keperluan yang lain..?? Tapi semua bisa berjalan dengan lancar, tahun pertama di kota Medan terasa begitu memberi pelajaran yang sangat berarti.... bersambung.