Sunday, March 22, 2009
politeknik...
akhirnya...ada juga nih tempat curhat... tengkyu ya om ded... sorry telat nih gue postingnya... biasa... irt...wah kalau terkenang masa-masa di poltek... trus baca postingnya teman2 aku jadi terharu nih...walaupun hanya 3 tahun mencicipi bangku politeknik, aku rasa bahwa disinilah aku dapat berpikir secara sistematis...(psst...walopun ilmunya ngk dapet2 banget...he he.. kayak yg di bilang bu ros... 3 taon cuma tahu * adalah kali... ;)) tempat yang penuh kenangan... dengan segala suka dukanya.. aku yang pertama2 kuliah naik sepeda... trus minta tolong ama daniel... minta di antar.. eh..apa kabar ya dia.. (jadi ngk kawin ama.. siapa tuh lupa.. adik kelas kita). jalan2 ke dantob.. ikut menwa.... ngerjain laporan sampe malam ke rental komputer... di pergoki pak ahmad sembunyi dikamar mandi...wah...jadi pengen banget nih ketemu lagi sama temans..kapan ya... ada usul? novita n ros.. kalo masih simpen photo2 bagi ya ke kita2... HORAS..
Monday, March 16, 2009
Medan, kota penuh kenangan...
Sejak dinyatakan lulus di Politeknik USU Program Studi Elektronika Industri melalui UMPTN di UNRI Pekanbaru, hati ini langsung bertanya bimbang... kenapa aku memilih kota Medan sebagai tempat melanjutkan study ya..??? Kota yang sebelumnya belum pernah terfikir untuk kukunjungi apalagi harus tinggal selama 3 tahun lebih... Kota yang kata sebagian orang paling keras adatnya.... yang paling tinggi tingkat kejahatannya... Tapi kok aku pilih ..??? Setelah kurang lebih seminggu setelah itu, aku mulai dinasehati oleh keluarga, dimanapun kita tinggal kalau kita bisa membawa diri dengan baik dan bisa bersosialisasi dengan baik tidak akan terjadi masalah.... dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang...
Setelah penuh pertimbangan akhirnya aku berangkat menuju Medan dengan ditemani oleh saudara, menumpang bus Merah Sari yang pada waktu itu terasa sangat mewah bagiku... Sampai di Medan kira-kira pukul 6 pagi langsung menuju tempat saudara di jalan Halat... Setelah itu aku langsung menuju ke kampus USU untuk melakuka daftar ulang... kalau ndak salah di pendopo politeknik... Setelah itu cari tempat kost, kebetulan di depan kampus ada bangunan yang cukup mencolok, namanya Asrama Putra USU, bangunan berlantai lima... disitulah akhirnya aku nge-kost kira-kira setahun lamanya.., di Asrama Putra ini terlalu banyak sekali kenangannya.. kata orang karo .. la ter turi ken.. teman satu kamar ku Solensky Armen, anak poli jurusan listrik, kebetulan berasal dari Duri, tempatku mencari nafkah sekarang....
Teman sebelah kamar ada Tutut anak banking, Antonius anak akuntasi, juga ada di atas kamarku Josua anak EK-A yang selalu memainkan gitarnya dan melompat-lompat kalau lagi suntux,... dsb. Di sini aku juga belajar kebersamaan dalam keberagaman....
Oh..ya.. pada waktu itu harga kamar per kepala Rp. 25.000,- untuk makan tiga kali sehari Rp. 50.000,- dibayar di depan dalam bentuk kupon... Sementara aku cuma dikirimi uang oleh ortu Rp. 100.000,- sebulan, berarti cuma tinggal Rp. 25.000,- lagi untuk beli keperluan yang lain..?? Tapi semua bisa berjalan dengan lancar, tahun pertama di kota Medan terasa begitu memberi pelajaran yang sangat berarti.... bersambung.
Setelah penuh pertimbangan akhirnya aku berangkat menuju Medan dengan ditemani oleh saudara, menumpang bus Merah Sari yang pada waktu itu terasa sangat mewah bagiku... Sampai di Medan kira-kira pukul 6 pagi langsung menuju tempat saudara di jalan Halat... Setelah itu aku langsung menuju ke kampus USU untuk melakuka daftar ulang... kalau ndak salah di pendopo politeknik... Setelah itu cari tempat kost, kebetulan di depan kampus ada bangunan yang cukup mencolok, namanya Asrama Putra USU, bangunan berlantai lima... disitulah akhirnya aku nge-kost kira-kira setahun lamanya.., di Asrama Putra ini terlalu banyak sekali kenangannya.. kata orang karo .. la ter turi ken.. teman satu kamar ku Solensky Armen, anak poli jurusan listrik, kebetulan berasal dari Duri, tempatku mencari nafkah sekarang....
Teman sebelah kamar ada Tutut anak banking, Antonius anak akuntasi, juga ada di atas kamarku Josua anak EK-A yang selalu memainkan gitarnya dan melompat-lompat kalau lagi suntux,... dsb. Di sini aku juga belajar kebersamaan dalam keberagaman....
Oh..ya.. pada waktu itu harga kamar per kepala Rp. 25.000,- untuk makan tiga kali sehari Rp. 50.000,- dibayar di depan dalam bentuk kupon... Sementara aku cuma dikirimi uang oleh ortu Rp. 100.000,- sebulan, berarti cuma tinggal Rp. 25.000,- lagi untuk beli keperluan yang lain..?? Tapi semua bisa berjalan dengan lancar, tahun pertama di kota Medan terasa begitu memberi pelajaran yang sangat berarti.... bersambung.
Sunday, March 15, 2009
Kenangan
Mantrafff... akhirnya ada juga tempat ngerumpi dan ngosip rame rame... Makasi Om Ded... Setelah 12 tahun lebih tak bernah ketemu dengan sebagian besar prens prens... ternyata aku rindu juga suasana "gila" itu. Klo diingat ingat pertama kali masuk poltek lucu juga, di ospek ama senior, suka suka nya aja nyuruh anak baru. Suruh datang berdasarkan jam 5 waktu politeknik.. bahh.. apa pula itu. Datang cepat salah, tepat jam 5 WIB salah, apalagi datang terlambat... lebih salah lagi. Siap ospek baru diajak jalan jalan, klo gak salah dulu itu thn 93 ke bukit lawang ya ? maklum lah, dah lama kali, hampir tak ingat lagi aku.
Masuk bengkel... ingat yayang indrawati gak Ded.... he..he.he.he.. yg paling pande bikin om ded bantuin ngerjain tugas nya, ngapain aja dulu kita ya, ngikir so pasti, gerinda, ngebor, nyolder. Musti bongkar gudang nih buat nyari photo jadul ... biar tampang tampang culun berbaju bengkel dan sepatu pdl itu dipajang..... Masi punya gak baju bengkel ama baju lab ?
Wednesday, March 11, 2009
Ini Medan Bung !
Horas!
Tak terasa sudah lebih dari 10 tahun kita berpisah. Kebersamaan yang terasa sangat singkat untuk dinikmati di kampus Padang Bulan itu. Banyak rekaman sejarah yang tidak akan terlupakan selama menjalani masa-masa perkuliahan. Kenangan lucu, sedih, dan pelajaran berharga pernah terjadi di sana. Sekarang, ketika semua sudah berada di kehidupan masing-masing, sungguh sangat sulit untuk mengumpulkan kembali. Melalui media ini, kita saling berbagi cerita, pelajaran, dan hal-hal lain yang bisa mengikat tali persaudaraan diantara kita....
Ini Medan Bung! ...... kalimat awal yang pernah terdengar ketika pertama kali menginjakkan kaki di utara pulau Sumatra ini. Cerminan kemandirian seseorang untuk berjuang. Kata-kata yang keras, tapi rasanya cukup mendidik agar tidak jadi orang lemah. Dari atas angkot jurusan [Padang Bulan]-[Pajak Sambu] juga pernah terlihat spanduk yang bernada sama, kata-kata penyemangat pemain sepak bola ketika akan bertanding melawan kesebelasan lawan, apa katanya? "Libas Lae!........!!" Nah, kan... orang Medan itu penuh dengan semangat dan pantang menjadi lemah. Tak terasa, setelah berada di Kota ini, Kami semua menjadi orang Medan, walaupun asal-usul entah dari mana. Yang penting, I can say .. "Ini Medan Bung !!", Horas... Mejuah-juah!
Tak terasa sudah lebih dari 10 tahun kita berpisah. Kebersamaan yang terasa sangat singkat untuk dinikmati di kampus Padang Bulan itu. Banyak rekaman sejarah yang tidak akan terlupakan selama menjalani masa-masa perkuliahan. Kenangan lucu, sedih, dan pelajaran berharga pernah terjadi di sana. Sekarang, ketika semua sudah berada di kehidupan masing-masing, sungguh sangat sulit untuk mengumpulkan kembali. Melalui media ini, kita saling berbagi cerita, pelajaran, dan hal-hal lain yang bisa mengikat tali persaudaraan diantara kita....
Ini Medan Bung! ...... kalimat awal yang pernah terdengar ketika pertama kali menginjakkan kaki di utara pulau Sumatra ini. Cerminan kemandirian seseorang untuk berjuang. Kata-kata yang keras, tapi rasanya cukup mendidik agar tidak jadi orang lemah. Dari atas angkot jurusan [Padang Bulan]-[Pajak Sambu] juga pernah terlihat spanduk yang bernada sama, kata-kata penyemangat pemain sepak bola ketika akan bertanding melawan kesebelasan lawan, apa katanya? "Libas Lae!........!!" Nah, kan... orang Medan itu penuh dengan semangat dan pantang menjadi lemah. Tak terasa, setelah berada di Kota ini, Kami semua menjadi orang Medan, walaupun asal-usul entah dari mana. Yang penting, I can say .. "Ini Medan Bung !!", Horas... Mejuah-juah!
Subscribe to:
Comments (Atom)